Peran Nakamura dalam proses Recovery Cedera Atlet

Sebagai penggemar olah raga bela diri karate, tentunya saya cukup rentan untuk mengalami cedera dari kegiatan yang masih saya lakukan hingga kini, terutama saat sesi pertarungan ( sparing / kumite ) dimana terjadi kontak fisik secara langsung antar atlet. Selain itu, dengan faktor usia yang sudah tidak muda lagi, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihan cedera dari pertarungan tersebut.

Setiap aliran bela diri memang punya aturan tersendiri dalam latihan maupun pertandingan ; dan secara kebetulan bela diri yang saya ikuti mewajibkan para atlet untuk bertarung secara langsung tanpa pelindung tubuh ( body protector ) , sehingga bisa mengakibatkan cedera bagi atlet yang tidak mempersiapkan fisik dan mentalnya secara prima.

Aturan ini dibuat bukan tanpa alasan, karena tujuan bela diri adalah agar setiap insan mampu meminimalkan resiko yang membahayakan diri sendiri jika terjadi serangan dari orang lain ; untuk itulah setiap insan bela diri dilatih untuk dihadapkan pada bentuk pertarungan yang sebenarnya dalam latihan , sehingga mereka akan siap secara fisik dan mental untuk mengantisipasi serangan yang bisa terjadi sewaktu – waktu / tak terduga di luar area safety kita.

Memar saat latihan, apalagi saat pertandingan bela diri, itu sudah biasa dan proses recovery-nya pun tidak terlalu lama. Namun ada cedera yang lebih lama untuk disembuhkan dalam bela diri, yakni cedera di persendian, khususnya persendian tulang tulang dan kaki, karena dari persendian inilah seorang atlet beladiri bisa memaksimalkan kekuatan pukulan atau tendangannya pada lawan. Sebaliknya, meskipun kita bisa menahan pukulan / tendangan saat lawan menyerang, kita pun bisa terkena cedera jika tidak bisa mengontrol cara memukul atau menendang lawan yang mengakibatkan cedera pada sendi pergelangan.

Untuk itulah, saya selalu menjadikan Klinik Nakamura sebagai pilihan utama untuk memulihkan cedera setelah latihan. Saya sangat percaya pada Nakamura, karena semua therapist-nya terlatih dengan baik untuk memijat setiap bagian tubuh kita yang mengalami cedera akibat olah raga.

Saat ini klinik pijat seperti Nakamura sangat dibutuhkan club kebugaran / olah raga, dan seharusnya setiap club olah raga punya fasilitas seperti Nakamura baik ruang klinik yang nyaman, serta terapist yang berpengalaman. Ironisnya, tidak semua club mempunyai therapist yang selalu siap setiap saat untuk memulihkan cedera para anggota saat berolah raga. Jika cedera tersebut terlambat ditangani, bukan tidak mungkin justru akan mengakibatkan sikon yang lebih parah .

Salah satu hal yang sangat saya sukai saat melakukan therapi di Nakamura adalah suasananya, dimana Nakamura bisa memberikan sensasi relaxasi bagi kliennya saat dipijat, seperti : alunan musik bernuansa alam yang diputar secara non stop seperti suara gemericik air, angin sepoi sepoi dan lain lain. Sikon ini akan membuat mereka ( para klien ) merasa nyaman, relax, dan tidak sakit saat dipijat sehingga mampu mempercepat proses recovery dari cedera atau rasa lelah yang mereka alami. Hal ini akan membuat tubuh mereka terasa bugar kembali setelah ditherapi, sehingga mampu melakukan aktivitas / kegiatan mereka berikutnya dengan baik.

Demikian sekilas pengalaman saya bersama Nakamura, semoga sepenggal cerita yang saya sampaikan akan membawa manfaat bagi perkembangan Nakamura kedepan sehingga makin dikenal masyarakat sebagai klinik therapy relaxasi terkemuka dengan pelayanan yang memuaskan.